Pencarian

Kisah Michail Antonio: Tangisan di Usia 14 Tahun Saat Sang Ibu Menolak Tawaran Akademi Tottenham

Minggu, 02 Agustus 2026 • 22:20:31 WIB
Kisah Michail Antonio: Tangisan di Usia 14 Tahun Saat Sang Ibu Menolak Tawaran Akademi Tottenham
Michail Antonio menangis semalaman pada usia 14 tahun setelah ibunya menolak tawaran bergabung dengan akademi Tottenham Hotspur.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Perjalanan Michail Antonio menuju puncak sepak bola Inggris nyaris berakhir sebelum benar-benar dimulai. Penyerang yang kini dikenal publik sebagai legenda West Ham United itu sempat merasakan pahitnya penolakan yang datang dari orang terdekatnya sendiri, tepat ketika pintu menuju Premier League mulai terbuka.

Kisah ini terungkap dalam autobiografi Antonio yang berjudul Humans Not Robots. Dalam wawancaranya dengan FourFourTwo, pemain berpaspor Jamaika itu menceritakan bagaimana mimpinya untuk bergabung dengan akademi Tottenham buyar seketika di usia 14 tahun.

Awal Mula Peluang di Akademi Tottenham

Semuanya berawal dari peran seorang guru sekolah yang bernama Mr Watson. Sang guru, yang memiliki koneksi dengan Tottenham, mengundang pemandu bakat klub untuk menyaksikan permainan Antonio dan seorang rekannya di tim sekolah.

"Mereka memantau kami dan saya sangat bersemangat, berpikir, 'Ya Tuhan, saya akan masuk akademi Spurs, ini awal mula saya menjadi pemain profesional'," ujar Antonio mengenang momen tersebut.

Keputusan Tegas Sang Ibu yang Mengubah Segalanya

Namun, euforia itu sirna saat Antonio pulang ke rumah dan memberi tahu ibunya. Alih-alih mendapat dukungan, ia justru dihadapkan pada serangkaian pertanyaan logis yang berujung pada larangan.

Sang ibu bertanya tentang lokasi akademi yang berada di London Utara dan jadwal latihan yang mengharuskan Antonio pulang larut malam. Jawaban itu langsung ditolak mentah-mentah. "Dia bilang, 'Tidak, tidak mungkin. Pendidikanmu yang utama, tidak mungkin kami mempertaruhkan pendidikanmu demi sepak bola yang tidak ada jaminannya'," kenang Antonio.

Tangisan di Malam Hari dan Karier yang Tetap Bersinar

Protes Antonio tak digubris. Sang ibu menyuruhnya naik ke kamar dan tidur. "Saya marah besar! Saya menangis semalaman tanpa henti, saya pikir dia telah merenggut mimpiku," tuturnya.

Meski demikian, keputusan tersebut justru menjadi fondasi bagi karier Antonio yang gemilang. Ia tetap menembus sepak bola profesional dan akhirnya bergabung dengan West Ham United pada 2015. Antonio tercatat membela tim nasional Jamaika sebanyak 24 kali, membuktikan bahwa jalannya menuju puncak memang berbeda, tapi tetap berhasil.

Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks