Pencarian

Pemprov Babel Optimalkan 1.527 Hektare Lahan Cabai, Bangka Selatan Jadi Kontributor Terbesar

Selasa, 29 September 2026 • 09:32:31 WIB
Pemprov Babel Optimalkan 1.527 Hektare Lahan Cabai, Bangka Selatan Jadi Kontributor Terbesar
Lahan cabai seluas 1.527 hektare tersebar di enam kabupaten di Kepulauan Bangka Belitung.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengoptimalkan pengelolaan 1.527 hektare lahan pertanian cabai untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Lahan tersebut tersebar di enam kabupaten, dengan Bangka Selatan menyumbang area terluas mencapai 358 hektare. Optimalisasi dilakukan melalui bantuan bibit unggul dan penerapan pertanian berbasis teknologi.

PANGKALPINANG — Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Babel Kurniawan menyatakan pihaknya terus mengembangkan komoditas cabai melalui bantuan bibit unggul dan penerapan pertanian berbasis teknologi. Sebaran lahan cabai di provinsi ini mencakup Kabupaten Bangka 584 hektare, Bangka Selatan 358 hektare, Belitung Timur 230 hektare, Bangka Tengah 200 hektare, Bangka Barat 155 hektare, dan Belitung 130 hektare. Kota Pangkalpinang tercatat tidak memiliki lahan pertanian cabai.

"Kita terus mengembangkan cabai ini melalui bantuan bibit unggul dan penerapan pertanian berbasis teknologi," kata Kurniawan di Pangkalpinang, Senin.

Bangka Selatan Jadi Penyumbang Lahan Terbesar Kedua

Dari total 1.527 hektare, Kabupaten Bangka memegang porsi terbesar dengan 584 hektare. Bangka Selatan menyusul dengan 358 hektare, disusul Belitung Timur 230 hektare dan Bangka Tengah 200 hektare. Dua kabupaten lain, Bangka Barat dan Belitung, masing-masing menyumbang 155 hektare dan 130 hektare.

Kurniawan menyebut produksi cabai petani terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu. "Alhamdulillah, produksi cabai petani ini terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah ini," ujarnya.

Digital Farming Jadi Andalan Gubernur Hidayat Arsani

Pengembangan pertanian cabai di Babel merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani. Gubernur sebelumnya meluncurkan penerapan teknologi digital farming dalam pengembangan pertanian cabai.

"Gubernur Hidayat Arsani beberapa waktu lalu telah meluncurkan penerapan teknologi digital farming dalam pengembangan pertanian cabai ini, untuk mendorong masyarakat bisa menggunakan teknologi dalam irigasi, pemupukan dan lainnya sehingga pengelolaan serta pengembangan pertanian ini lebih efisien dan efektif," ujar Kurniawan.

Teknologi tersebut mencakup pemanfaatan sistem irigasi dan pemupukan berbasis digital. Tujuannya agar pengelolaan lahan lebih efisien dan hasil panen lebih optimal.

Cabai Masih Penyumbang Inflasi Terbesar di Babel

Pemprov Babel tengah menggalakkan pengembangan tanaman cabai karena komoditas ini masih menjadi penyumbang inflasi terbesar di daerah tersebut. "Selama ini cabai ini merupakan salah satu komoditas yang mempengaruhi inflasi di daerah ini," kata Kurniawan.

Pengembangan cabai juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian keluarga petani. Dengan produksi yang stabil, harga cabai di pasaran diharapkan lebih terkendali sehingga tekanan inflasi bisa ditekan.

Follow www.suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks