JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan program MagangHub tidak hanya memberikan pengalaman kerja dan sertifikat kompetensi, tetapi juga uang saku bagi peserta. Program ini telah menarik perhatian mitra internasional sebagai praktik baik pengembangan sumber daya manusia yang menghubungkan dunia pendidikan dengan dunia kerja.
Target 270 Ribu Peserta Pelatihan Vokasi Nasional
Selain MagangHub, Kemnaker menargetkan 270 ribu peserta mengikuti Program Pelatihan Vokasi Nasional sepanjang 2026. Pelaksanaannya dilakukan secara transparan dan inklusif, termasuk memberikan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas serta masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Green Office: Dari Panel Surya hingga Laporan Keberlanjutan
Seiring penguatan vokasi, Kemnaker mendorong transformasi birokrasi melalui penerapan green office. Langkah ini mencakup pengelolaan lingkungan kantor secara mandiri, efisiensi energi, dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
Secara bertahap, Kemnaker mulai beralih ke energi terbarukan dengan pemasangan panel surya di lingkungan kementerian. Penerapan standar green office juga didukung oleh penyusunan laporan berkelanjutan sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang akuntabel.
Menaker: Birokrasi Produktif Harus Ramah Lingkungan
“Transformasi ketenagakerjaan harus berjalan seiring dengan transformasi birokrasi. Kami ingin membangun ekosistem kerja yang tidak hanya produktif dan adaptif terhadap perubahan, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Program MagangHub dirancang untuk mendekatkan pencari kerja dengan industri sehingga meminimalkan ketidaksesuaian kompetensi. Peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja dan sertifikat kompetensi, tetapi juga mendapatkan uang saku selama mengikuti program, kata Menaker.