Pencarian

Pangkalpinang Catat Penurunan Pengangguran Jadi 5,76 Persen, Jumlah Penduduk Tembus 233 Ribu Jiwa pada 2025

Sabtu, 25 Juli 2026 • 13:02:01 WIB
Pangkalpinang Catat Penurunan Pengangguran Jadi 5,76 Persen, Jumlah Penduduk Tembus 233 Ribu Jiwa pada 2025

PANGKALPINANG — Data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan perbaikan signifikan di Kota Pangkalpinang. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada 2025 mencapai 66,55 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,76 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi indikator makin terbukanya kesempatan kerja di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Jumlah penduduk Pangkalpinang pada 2025 mencapai 233.466 jiwa, terdiri dari 118.226 laki-laki dan 115.240 perempuan. Angka ini meningkat dari 199.037 jiwa pada 2016. Komposisi yang hampir seimbang mencerminkan demografi yang sehat sekaligus daya tarik kota bagi tenaga kerja dari berbagai daerah.

Angka Kemiskinan Masih Butuh Perhatian

Meski ketenagakerjaan membaik, angka kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah. Pada 2025, penduduk miskin di Pangkalpinang tercatat 9,99 ribu jiwa atau 4,50 persen dari total penduduk. Jumlah ini sedikit naik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, namun secara tren masih menunjukkan perbaikan. Pemerintah daerah menilai kenaikan biaya hidup menjadi tantangan utama dalam penanggulangan kemiskinan.

Upaya pemangkasan angka kemiskinan terus dilakukan melalui program perlindungan sosial dan pengembangan ekonomi lokal. Stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi fokus kebijakan agar daya beli masyarakat tidak tergerus.

Peran Strategis sebagai Pusat Pemerintahan dan Ekonomi

Pangkalpinang resmi menjadi ibu kota provinsi sejak 2000 berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000, setelah sebelumnya dibentuk sebagai kota melalui Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1959. Dengan luas wilayah 104,5 km², kota ini berbatasan dengan Kabupaten Bangka di utara dan barat, Kabupaten Bangka Tengah di selatan, serta Laut Cina Selatan di timur. Posisi geografis itu menjadikannya pintu gerbang utama aktivitas ekonomi dan pemerintahan di Kepulauan Bangka Belitung.

Sebagai pusat pengembangan wilayah, Pangkalpinang menjalankan fungsi penting: pusat pemerintahan, perdagangan dan industri, pelayanan pendidikan dan kesehatan, administrasi pertambangan timah, serta lembaga keuangan. Peran tersebut menjadikan kota ini motor penggerak pembangunan daerah.

Dengan pertumbuhan penduduk yang stabil, perbaikan pasar tenaga kerja, dan posisi strategis sebagai ibu kota provinsi, Pangkalpinang dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang menjadi kota yang kompetitif dan mampu meningkatkan kesejahteraan warganya secara berkelanjutan.

Bagikan
Sumber: suarabangka.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks