Panen Padi Modern PM-AAS di Bangka Selatan, Wabup Debby Targetkan Basel Jadi Lumbung Pangan Babel

Penulis: Ricki Manurung  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:56:31 WIB
Wakil Bupati Bangka Selatan Debby Vita Dewi memimpin panen perdana padi modern PM-AAS di Desa Batu Betumpang, Pulau Besar, Kamis.

TOBOALI — Hamparan sawah di Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2MP) Desa Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar, menjadi saksi uji coba teknologi budidaya padi modern. Panen perdana ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Babel, Kementerian Pertanian RI, dan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.

Kegiatan yang berlangsung di Pulau Besar ini bukan sekadar seremoni panen biasa. Sebelum memotong padi, para petani dan penyuluh mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) budidaya padi PM-AAS serta demonstrasi penggunaan drone pertanian dan alat mesin pertanian (alsintan) modern.

Target Ambisius: dari Konsumsi ke Produksi

Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, mengapresiasi kehadiran inovasi pertanian di daerahnya. Menurutnya, penerapan teknologi ini merupakan lompatan besar bagi sektor pertanian Basel yang selama ini belum optimal.

"Kami berkomitmen penuh mendukung program swasembada pangan nasional. Dengan teknologi PM-AAS ini, saya optimistis Bangka Selatan siap menjadi lumbung pangan bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ujar Debby dalam sambutannya di sela-sela kegiatan.

Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah

Kehadiran Komandan Kodim 0432/Bangka Selatan, Letkol Inf. Agus Wicaksono, serta personel TNI di lokasi panen menegaskan sinergi lintas sektor. Pendampingan dari Kodim dinilai krusial untuk memastikan adopsi teknologi berjalan lancar hingga ke tingkat kelompok tani.

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Babel, Dewi Indah Cahyanti, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Basel Risvandika, serta Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Babel Yogi Pandhu Satriyawan.

Apa yang Membuat PM-AAS Berbeda?

Sistem PM-AAS mengandalkan mekanisasi dan presisi. Mulai dari penyemaian, pemupukan, hingga penyemprotan hama dilakukan dengan bantuan drone dan alsintan, menggantikan cara konvensional yang memakan waktu dan tenaga.

Metode ini diyakini mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas gabah per hektare secara signifikan. Camat Pulau Besar, Suseno, dan Kepala Desa Batu Betumpang, Topik, turut hadir mendampingi kelompok tani setempat yang menjadi peserta uji coba.

Langkah Selanjutnya Setelah Panen Perdana

Keberhasilan panen di IP2MP ini akan menjadi bahan evaluasi BBRMP Babel dan DPKP setempat. Jika hasilnya memuaskan, teknologi PM-AAS akan direplikasi ke sentra-sentra sawah lainnya di Bangka Selatan.

Pemerintah kabupaten berharap pendampingan dari Kementerian Pertanian tidak berhenti di tahap panen. Dukungan pascapanen, termasuk akses pasar dan pengolahan hasil, menjadi kunci agar cita-cita menjadikan Basel sebagai lumbung pangan benar-benar terwujud.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: bangkaindependent.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top