SSD 1TB Kini Lebih Mahal, Begini Cara Cek Umur Pakai NVMe di Windows Tanpa Ribet

Penulis: Alfian Batubara  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:02:01 WIB
Ilustrasi SSD NVMe yang kini harganya meningkat signifikan di pasaran.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kenaikan harga SSD dalam setahun terakhir memang drastis. Jika sebelumnya mengganti drive 1TB yang rusak hanya memakan biaya sekitar Rp 1,3 juta hingga Rp 1,6 juta, kini biaya tersebut membengkak menjadi sekitar Rp 3,6 juta. Angka inilah yang membuat banyak pemilik laptop dan PC rakitan mulai serius memperhatikan kesehatan NVMe mereka.

Mengapa Umur SSD Kini Jadi Perhatian Utama

Berbeda dengan HDD yang rusak secara mekanis, SSD memiliki batas usia yang ditentukan oleh siklus tulis (write cycle) pada sel memori NAND. Setiap kali data ditulis ke drive, sel-sel ini mengalami degradasi. Semakin sering sistem operasi menulis data kecil secara terus-menerus, semakin cepat pula SSD mencapai batas ketahanannya.

Windows secara default menjalankan beberapa proses latar belakang yang melakukan penulisan data secara konstan. Salah satu yang paling aktif adalah fitur System Restore dan pengaturan defragmentasi yang tidak disesuaikan untuk media penyimpanan berbasis flash.

Pengaturan Windows yang Diam-diam Menggerus SSD

Microsoft menyediakan tool bawaan bernama Optimize Drives yang berfungsi merawat kesehatan drive. Masalahnya, tool ini memperlakukan SSD seperti HDD lama. Proses defragmentasi berkala yang dijadwalkan Windows ternyata tidak sepenuhnya diperlukan untuk SSD, malah menambah beban siklus tulis yang tidak perlu.

Pengaturan ini bisa diakses melalui menu Start, ketik "Defragment and Optimize Drives", lalu pilih drive SSD kamu. Di sana akan terlihat jadwal optimasi otomatis yang berjalan mingguan. Untuk SSD, kamu bisa mengubah jadwal ini menjadi bulanan atau menonaktifkannya sama sekali.

Cara Memeriksa Kesehatan SSD di Windows

Sebelum mengubah pengaturan, ada baiknya kamu mengetahui kondisi drive saat ini. Windows punya fitur tersembunyi untuk mengecek kesehatan SSD tanpa aplikasi tambahan:

  1. Buka Command Prompt atau PowerShell sebagai administrator.
  2. Ketik perintah winsat disk lalu tekan Enter.
  3. Tunggu proses pengujian selesai, perhatikan bagian Disk Random Read/Write Speed.

Untuk informasi lebih detail seperti Total Host Writes atau sisa umur drive, kamu tetap memerlukan aplikasi pihak ketiga seperti CrystalDiskInfo. Aplikasi ini menampilkan status kesehatan SSD secara real-time dan memberi peringatan saat drive mulai kritis.

Kebiasaan yang Mempercepat Kematian SSD

Selain pengaturan bawaan Windows, kebiasaan pengguna juga berpengaruh besar terhadap umur SSD. Menjalankan aplikasi berat yang terus menulis cache, seperti software editing video atau browser dengan banyak tab, akan mempercepat konsumsi siklus tulis. Begitu pula dengan mematikan laptop secara paksa saat proses update berlangsung.

Untuk pengguna yang sering memindahkan file besar, pastikan drive memiliki ruang kosong minimal 10-15 persen dari total kapasitas. SSD yang terlalu penuh akan kesulitan melakukan garbage collection, proses internal yang merapikan data, sehingga performa menurun dan siklus tulis menjadi boros.

Kapan SSD Perlu Diganti

SSD modern umumnya memiliki ketahanan hingga 600 TBW (Terabytes Written) untuk kapasitas 1TB. Artinya, kamu bisa menulis data sebanyak 600 terabyte sebelum drive benar-benar aus. Angka ini setara dengan menulis 300 GB setiap hari selama lima tahun berturut-turut.

Tanda-tanda SSD mulai melemah antara lain file yang sering korup, waktu booting yang semakin lambat, atau muncul notifikasi "Drive Failure Imminent" dari aplikasi monitoring. Jika gejala ini muncul, segera backup data penting dan siapkan dana pengganti sebelum harga naik lagi.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: xda-developers.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top