PANGKALPINANG — Warga Bangka Belitung yang mengidap penyakit jantung dan stroke tak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan perawatan intensif. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan anggaran Rp293 miliar untuk merealisasikan pembangunan Rumah Sakit (RS) Jantung dan Stroke di Kota Pangkalpinang.
Gubernur Kepulauan Babel, Hidayat Arsani, menyebutkan pembangunan fasilitas kesehatan ini adalah bentuk tanggung jawab negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Masyarakat harus mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. Kita tidak ingin ada warga Bangka Belitung yang kehilangan kesempatan hidup hanya karena akses menuju rumah sakit terlalu jauh atau fasilitas pelayanan kritis belum memadai," ujarnya di Pangkalpinang, Jumat.
Untuk mempercepat realisasi proyek ini, pemprov berencana menggunakan skema pinjaman daerah kepada Bank Sumsel Babel. Hidayat menyebut langkah ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan menjadi salah satu alternatif pembiayaan pembangunan daerah.
"Kalau kita berbicara tentang kesehatan, yang kita selamatkan bukan hanya pasien hari ini, melainkan juga masa depan keluarga mereka. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan tercepat," kata Hidayat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Babel, Joko Triadhi, menegaskan bahwa keputusan ini bukanlah kebijakan yang bersifat spontan. Proses perencanaan telah melalui penyusunan studi kelayakan yang menyimpulkan bahwa Babel layak dan membutuhkan rumah sakit khusus jantung dan stroke.
Joko menjelaskan, pinjaman daerah merupakan mekanisme yang sah selama memenuhi ketentuan yang berlaku. Ia menambahkan, lembaga perbankan tidak akan memberikan pinjaman tanpa melakukan kajian menyeluruh terhadap kemampuan fiskal pemerintah daerah.
"Bank akan menilai kemampuan fiskal pemerintah daerah, kapasitas pembayaran, serta kelayakan proyek yang akan dibiayai. Jadi, seluruh proses dilakukan secara profesional, akuntabel, dan berdasarkan prinsip kehati-hatian," tambahnya.
Rencana pembangunan rumah sakit ini juga telah ditetapkan sebagai salah satu dari 21 Program Prioritas Pemprov Babel yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Babel Tahun 2025–2029.
Kehadiran RS Jantung dan Stroke di Pangkalpinang dinilai krusial untuk menjawab tingginya beban penyakit tidak menular di daerah tersebut. Selama ini, pasien dengan kondisi kritis seringkali harus dirujuk ke luar provinsi, seperti ke Palembang atau Jakarta, yang memakan waktu dan biaya besar.
Dengan adanya fasilitas ini, warga di 6 kabupaten dan 1 kota di Babel diharapkan bisa mengakses layanan kardiovaskular dan neurologi secara lebih cepat. Pemerintah menilai investasi ini merupakan langkah strategis untuk menyelamatkan nyawa, bukan sekadar membangun infrastruktur fisik.