PANGKALPINANG — Polda Babel mengidentifikasi total luas lahan dan hutan rawan karhutla di Bangka Selatan mencapai 136.626 hektare. Dari angka tersebut, 27.558 hektare merupakan hutan lindung, 106.154 hektare hutan produksi, dan 2.916 hektare sisanya adalah hutan konservasi. Data ini dirilis oleh Biro Operasional Polda Babel pada Rabu, 3 Juni 2026, berdasarkan hasil pemetaan terbaru.
Kepala Biro Operasional Polda Babel Kombes Pol Muhammad Akbar Thamrin menegaskan bahwa ancaman karhutla tidak semata-mata akibat cuaca ekstrem. "Ancaman karhutla ini bukan hanya persoalan cuaca ekstrem tetapi perilaku masyarakat sosial yang membakar lahan saat musim kemarau," ujarnya di Pangkalpinang, Rabu, 3 Juni 2026, melansir Antara.
Polisi mencatat, kebakaran sering kali dipicu oleh oknum yang sengaja membakar lahan kosong dan kering, terutama di area yang jauh dari pemukiman. "Kebakaran lahan dan hutan ini biasanya karena api yang merambat yang disebabkan masyarakat membakar sampah di sekitar lahan kering," jelas Akbar.
Selain Bangka Selatan, kawasan rawan karhutla juga terdeteksi di lima daerah lain. Berikut rincian luas hutan yang teridentifikasi rawan terbakar:
Pihak kepolisian mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Langkah preventif ini dinilai krusial mengingat kondisi cuaca kering yang membuat api mudah merambat dan sulit dikendalikan. Polda Babel juga akan meningkatkan patroli dan sosialisasi di titik-titik rawan yang telah dipetakan.