PANGKALPINANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat penurunan signifikan jumlah penumpang kapal laut pada April 2026. Dari 82.049 orang di bulan sebelumnya, angka keberangkatan merosot menjadi 37.246 orang.
"Penumpang angkutan laut turun, karena masyarakat lebih memilih menggunakan angkutan udara untuk berpergian ke luar daerah," kata Kepala BPS Kepulauan Babel Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Selasa.
Pelabuhan Mana yang Paling Terdampak?
Penurunan jumlah penumpang terjadi hampir di seluruh pelabuhan utama di provinsi kepulauan ini. Pelabuhan Belinyu di Kabupaten Bangka mencatat penurunan tertinggi sebesar 74,06 persen.
Disusul Pelabuhan Tanjung Kalian di Kabupaten Bangka Barat yang turun 58,84 persen. Sementara penurunan terendah terjadi di Pelabuhan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, yakni sebesar 26,21 persen.
Kedatangan Juga Merosot
Bukan hanya keberangkatan, jumlah kedatangan penumpang angkutan laut di Kepulauan Babel pada periode yang sama juga mengalami penurunan. Tercatat sebanyak 42,14 ribu orang tiba melalui jalur laut, atau turun 37,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan kedatangan tertinggi juga terjadi di Pelabuhan Belinyu yang mencapai 75,91 persen, diikuti Pelabuhan Tanjung Kalian sebesar 44,21 persen. Pelabuhan Tanjung Pandan mencatat penurunan paling kecil, yaitu 6,09 persen.
Gerbang Tersibuk Tetap di Tanjung Kalian
Meskipun mengalami penurunan, Pelabuhan Tanjung Kalian tetap menjadi jalur masuk dan keluar paling sibuk di Bangka Belitung. Volume pergerakan di pelabuhan ini dinilai cukup signifikan karena menjadi penghubung utama menuju Pulau Sumatera.
"Mengingat jumlah yang cukup besar, pergerakan aktivitas pada Pelabuhan Tanjung Kalian ini memberikan efek cukup signifikan baik pada pergerakan kedatangan maupun keberangkatan penumpang kapal ke Pulau Sumatera," ujar Sugeng Arianto.
Bagaimana Tren Kumulatif Selama Tahun 2026?
Secara kumulatif, arus penumpang yang berangkat dari Januari hingga April 2026 justru mengalami peningkatan tipis sebesar 1,56 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan bahwa penurunan tajam pada April 2026 bersifat musiman atau dipengaruhi faktor tertentu dalam satu bulan terakhir.
Secara garis besar, aktivitas kedatangan penumpang melalui jalur laut pada April 2026 tercatat lebih besar dibandingkan aktivitas keberangkatan.