KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Program M4CR yang digagas Kementerian Kehutanan (Kemenhut) akan menjadikan IKN di Kalimantan Timur sebagai lokasi percontohan. Basuki menyampaikan hal itu usai memberikan sambutan dalam Media Gathering M4CR di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (1/8/2026).
“Kami sebenarnya sudah melakukan, tapi dengan adanya M4CR ini tentunya menjadi tanggung jawab yang lebih besar dan harus berhasil,” kata Basuki dalam keterangan yang dikutip Antara.
Program M4CR tidak hanya menyasar Kalimantan Timur. Berdasarkan bahan yang dihimpun, program ini akan berjalan di empat provinsi: Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Riau, dan Sumatera Utara.
Dukungan pendanaan berasal dari Bank Dunia. Namun, rincian nilai investasi maupun target luasan lahan yang direhabilitasi belum dirinci dalam keterangan resmi yang diterima.
Otorita IKN sebenarnya tidak memulai dari nol. Sebelum program M4CR masuk, lembaga tersebut telah menjalankan upaya rehabilitasi mangrove di wilayahnya. Program M4CR lantas memperluas mandat tersebut.
Pernyataan Basuki mengindikasikan adanya peningkatan standar dan target yang harus dicapai. Status IKN sebagai percontohan menempatkan kawasan ini di posisi yang lebih terawasi, baik oleh pemerintah pusat maupun mitra internasional.
Dengan adanya program anyar ini, tanggung jawab Otorita IKN tidak lagi sekadar memulihkan ekosistem pesisir secara umum. Ada standar keberhasilan yang lebih ketat dan terukur yang melekat pada status percontohan.
Keterlibatan Bank Dunia dalam pendanaan juga menuntut akuntabilitas dan pelaporan yang lebih transparan. Ini menjadi pekerjaan rumah baru bagi Basuki dan jajarannya untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai jadwal implementasi di lapangan maupun mekanisme koordinasi antara Otorita IKN, Kemenhut, dan pemangku kepentingan lainnya. Yang jelas, ekosistem mangrove di pesisir Kalimantan Timur kini masuk dalam prioritas nasional yang didanai lembaga keuangan global.