BELITUNG — Biaya membangun di Kabupaten Belitung ternyata paling murah se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Indeks Biaya Konstruksi (IBK) daerah ini hanya 102,93 poin pada 2025, menjadikannya satu-satunya wilayah dengan angka di bawah 104 poin di antara tujuh kabupaten/kota.
Angka itu turun 0,87 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, jika dilihat dalam lima tahun terakhir, indeks ini justru naik tipis 0,75 poin.
BPS menetapkan Surabaya sebagai kota acuan dengan nilai IBK 100 poin. Artinya, semakin tinggi indeks suatu daerah, semakin mahal pula biaya konstruksi di sana dibandingkan Surabaya. Dengan skor 102,93, biaya bangun di Belitung hanya 1,029 kali lebih mahal dari kota pahlawan.
Selisihnya cukup terlihat dengan daerah tetangga. Berikut perbandingan IBK seluruh kabupaten/kota di Bangka Belitung pada 2025:
IBK merupakan indeks harga yang mengukur tingkat kemahalan konstruksi suatu wilayah. Semakin rendah angkanya, artinya harga material, upah tukang, dan sewa alat berat di daerah tersebut relatif lebih terjangkau ketimbang wilayah lain di Babel.
Kondisi ini bisa menjadi sinyal positif bagi investor atau pengembang yang ingin membangun proyek perumahan, fasilitas umum, maupun infrastruktur di Belitung. Biaya konstruksi yang lebih rendah berarti modal awal yang dibutuhkan lebih kecil dibandingkan membangun di Pangkal Pinang yang indeksnya mencapai 109,36 poin.
Meski turun 0,87 poin dari tahun lalu, tren jangka panjang IBK Belitung masih menunjukkan kenaikan. Dalam setengah dekade terakhir, indeks ini naik 0,75 poin. Artinya, biaya konstruksi di Belitung sebenarnya perlahan meningkat, hanya saja lajunya lebih lambat dibandingkan daerah lain di provinsi ini.
Data BPS ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan kontraktor dalam merencanakan anggaran proyek fisik. Dengan IBK yang paling rendah, Belitung berpotensi menarik lebih banyak proyek pembangunan yang membutuhkan efisiensi biaya.