TANJUNGPANDAN — Enam warga binaan Lapas Kelas II B Tanjungpandan dipindahkan ke Lapas Narkotika Kelas II A Pangkalpinang, Rabu (waktu setempat). Keputusan ini diambil setelah melalui mekanisme koordinasi dan sesuai regulasi pemasyarakatan yang berlaku.
"Kami memindahkan enam orang WBP dengan pertimbangan utama adalah keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas," ujar Kepala Lapas Kelas II B Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, di Tanjungpandan.
Pemindahan ini tidak dilakukan tanpa alasan. Royhan menjelaskan, ada dua faktor utama yang mendorong langkah tersebut: pengamanan lingkungan dan efektivitas program pembinaan. Ia menekankan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi berbagai bentuk potensi gangguan keamanan dan ketertiban di antara warga binaan.
"Kami tidak ingin persoalan dibiarkan berkembang hingga menimbulkan gangguan keamanan ataupun persepsi negatif di masyarakat. Prinsipnya jelas, lingkungan Lapas harus aman, tertib, dan seluruh proses pembinaan harus berjalan sebagaimana mestinya," tegas Royhan.
Setibanya di Pangkalpinang, proses pemindahan dilanjutkan oleh pihak Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang. Mereka menerapkan mekanisme penerimaan standar, termasuk pemeriksaan kondisi kesehatan dan penempatan pada blok hunian yang sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP).
"Setiap kondisi yang membutuhkan penanganan akan kami respons secara cepat, terukur, dan sesuai prosedur," kata Royhan Al Faisal.
Dalam kesempatan yang sama, Kalapas Tanjungpandan turut mengapresiasi perhatian dan pengawasan dari masyarakat serta insan pers. Menurutnya, pengawasan publik menjadi instrumen penting dalam mendorong Lapas Kelas II B Tanjungpandan untuk terus meningkatkan profesionalisme, transparansi, serta kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan publik.
Royhan juga menginstruksikan jajarannya agar setiap informasi maupun potensi kendala di lapangan segera ditindaklanjuti secara profesional dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta evaluasi terukur. Langkah ini diambil untuk memastikan lingkungan lapas tetap kondusif dan seluruh proses pembinaan berjalan sesuai target.